Kami ingin agar karyawan dapat menggunakan bahasa Jepang di masa depan, sehingga kami fokus pada pendidikan Bahasa Jepang dengan tujuan mencapai tingkat JLPT N1 atau N2, dan kami juga telah menetapkan sistem kenaikan gaji sesuai dengan tingkat tersebut. Sesi belajar diadakan sebulan sekali untuk semua karyawan, yang dilakukan dalam kelompok kecil sesuai kemampuan, dan seorang karyawan yang berperan sebagai pengajar mendengarkan apa yang ingin dipelajari orang asing dan membuat bahan ajar sendiri. Ada berbagai permintaan bahan ajar, seperti cara menghadapi ujian JLPT atau kanji yang sulit, cara membaca detail gaji, bagaimana cara berbicara saat menelepon Balai Kota dan lain sebagainya.
Selain itu, wawancara individu juga didakan dua kali setahun, sebagai kesempatan untuk mendengarkan permintaan terkait pekerjaan dan tempat kerja. Pada saat itu, rekan kerja akan memberikan umpan balik tentang kinerja rekan lain, demi peningkatan motivasi dan perbaikan kerja.
Dalam pendidikan keselamatan dan kebersihan, kami berusaha untuk memastikan bahwa karyawan memahami apa yang perlu mereka ketahui dalam bahasa asli mereka. Sebelumnya, informasi yang disampaikan pernah tidak dipahami dengan benar, sehingga terjadi kecelakaan kerja seperti luka bakar ringan. Setelah beberapa waktu berlalu sejak kami mulai menerima pemagang kerja teknis, salah satu penyebabnya dikarenakan pihak orang Jepang yang terbiasa dan ceroboh dengan berpikir "kalau seperti ini pasti paham ya". Berdasarkan pengalaman tersebut, kami menerjemahkan penjelasan dan pengumuman secara menyeluruh dalam bahasa asli mereka, dan berupaya mencegah kecelakaan terjadi kembali.